Call Now: : 0852 8533 5977 (Call) 08999 021 345 (WA)

Connect with us:

Blog Post

Rumah Subsidi di Depok dan Bogor


DEPOK – Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berkeinginan memperoleh kemudahan akses, biaya, dan fasilitas memiliki rumah. Kebanyakan masyarakat mencari ke wilayah pinggiran Jakarta seperti Depok, Citayam, Bojonggede, dan Cilebut agar mendapatkan harga yang miring bahkan tidak jarang konsumen menanyakan perumahan murah atau  rumah subsidi dekat Jakarta, Depok, Pamulang atau Bogor, ada juga yang menanyakan rumah over kredit atau take over meskipun menurut informasi yang saya terima rumah subsidi tidak boleh di over kredit atau take over tapi fakta di lapangan sulit di terapkan. Contoh Kasus Bagaimana jika Debitur atau nasabah KPR tersebut di PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja ) lantas siapa yang akan membayar atau mengangsur rumah tersebut, apalagi sekarang sedang maraknya PHK karena banyak pabrik atau perusahaan guling tikar atau bangkrut alias tutup.

Salah satunya 19 proyek perumahan murah di kawasan Citayam, Bojonggede, Cilebut langsung diserbu konsumen. Enam lokasi diantaranya sudah ludes terjual.

Rumah bersubsidi kami tawarkan Rp700 ribu angsuran tiap bulan flat bisa 20 tahun KPR. Kisaran harga Rp120 jutaan. Lalu untuk komersial kami tawarkan DP nol persen, booking fee lima juta, angsuran sekira Rp2 jutaan. Untuk di Citayam sudah habis terjual, kata Marketing Manager PT Elang Group, Andreas, Jumat (21/8/2015).

Andreas menambahkan tentu ada perbedaan dari segi bahan bangunan untuk rumah bersubsidi dan rumah komersial. Meski sudah menggunakan atap baja ringan untuk keduanya, tetapi untuk rumah bersubsidi dinding terbuat dari batako, dan rumah komersial dari bata merah.

Kami ambil daerah dekat Depok dan Bogor, aksesnya stasiun kereta itu laku keras. Stasiun Citayam, Bojong Gede, dan Cilebut. Lalu dekat dengan akses tol Sentul selatan BORR,  ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan proyek tersebut memang sasarannya untuk MBR. Orang Jakarta sudah sulit cari rumah dan lahan. Yang kami tawarkan adalah subsidi developer karena konsumen rata – rata kan berat di awal, DP harus 30 persen biasanya. Kita besar dari subsidi, ingin bantu masyarakat, jelas Andreas.

Dia memberikan tips bagi konsumen yang hendak membeli rumah dan mengambil KPR. Salah satunya dengan mengecek rekam jejak pengembang untuk memiliki jaminan dalam masalah legalitas dan perizinan.

Perizinan sudah oke biasanya Bank pasti ACC, lihat developernya jelas enggak karena berkaitan dengan perizinan. Cek BPN silahkan. Dengan menyasar MBR seperti ini, perekonomian Indonesia sedang turun pun tidak pengaruh pada kami, justru property makin laris, ungkapnya.

 Cari Promo Rumah Subsidi Klik Disini