Call Now: : 0852 8533 5977 (Call) 08999 021 345 (WA)

Connect with us:

Blog Post

Panduan Sukses Menjadi Marketing Property Bagian 4


2. BAGAIMANA UNTUK MEMULAI

2.1. Konsep berpikir yang benar

Kendala yang saat ini paling sering membuat seseorang gagal atau tidak mencapai potensinya secara maksimal adalah karena orang yang bersangkutan menginginkan semua serba instant, serba cepat. Padahal kita semua tahu, semua orang sukses pasti memulai dengan langkah kecil bahkan tersandung berkali – kali baru kemudian mencapai kesuksesan. Seorang menjadi pemain piano yang hebat setelah melalui hari – hari latihan yang seakan monoton dan terlalu sederhana. Padahal, itu semua adalah dasar dari kesuksesan. Demikian dengan bisnis ini. Kita mesti sabar, melakukan sesuatu secara berulang sambil kita evaluasi kinerja kita.

2.2. Melakukan kontak

Melakukan kontak. Ya, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah mulai menyebarkan info bahwa kita saat ini bergerak di bisnis broker property. Semakin cepat kita menyebarkan info, semakin cepat pula kita akan mendapatkan umpan baliknya. Mulailah dengan lingkaran pengaruh yang paling dekat. Yaitu keluarga, keluarga besar, kerabat, sahabat, teman2 dan rekan2 relasi dan seterusnya. Dalam pembicaraan kita, jangan lupa kita tanyakan apakah ada property yang sedang mereka pasarkan / mereka cari.

2.3. Beberapa Kriteria Klien

Setiap orang dapat menjadi klient kita. Bahkan sesama broker property dapat menjadi klient kita. Kita perlu mendata nama, alamat, nomer telpon, alamat email bahkan pin bb dan alamat websitenya jika perlu untuk dimasukkan ke Buku Alamat. Intinya adalah semakin lengkap data kita, semakin mudah kita mengolahnya untuk dijadikan uang.

– Pemilik property

Pemilik Property adalah klient yang sedang memasarkan property miliknya sendiri atau milik orang yang di kuasakan padanya tetapi bukan sebagai broker property. Data atau informasi klient yang dihimpun dapat masuk buku alamat. Sedangkan data propertynya bisa dimasukkan dalam Buku Listing. Info penting yang harus kita himpun adalah: Alamat lengkap; Luas tanah ( ukuran panjang x lebarnya ); Luas bangunan, Bangunan berapa lantai; Terdapat berapa kamar tidur dan kamar mandi ( termasuk berapa kamar utama ); Jenis lantai; Hadap mana; jenis Sertifikatnya; Harga; dan yang tak kalah penting…Komisinya.

– Pencari property

Pencari property adalah klient yang sedang mencari property. Sama dengan pemilik property, data atau informasi klient yang dihimpun dapat masuk buku alamat. Sedangkan data kriteria property yang dicari bisa dimasukkan dalam Buku Permintaan Klient. Semakin detail info yang kita himpun, semakin terarah properti yang dapat kita tawarkan.

– Broker Property

Broker Property adalah klient yang memiliki profesi seperti kita. Data yang berhasil kita himpun dapat kita masukkan ke Buku Alamat untuk data diri, data property yang ia pasarkan bisa dimasukkan ke Buku Listing sedangkan data property yang ia cari bisa dimasukkan ke Buku Permintaan Klient. Seberapa besar jaringan Broker property yang dimilliki mempengaruhi seberapa cepat dan banyak kita mendapatkan unit transaksi.

– Mitra Kerja

Mitra kerja adalah klient yang memiliki profesi bukan seperti kita, tetapi memiliki hubungan dengan profesi kita. Seperti Marketing Bank, Notaris, Developer dan lainnya.

Sekali lagi, semakin banyak data yang terhimpun khususnya untuk Buku Listing dan Buku Permintaan Klient, semakin besar peluang kita untuk bisa membukukan suatu transaksi. Bagaimana kita menggunakan ke empat kategori itu agar dapat menghasilkan? Mari kita bahas lebih dalam lagi…

2.2. Mengelola Buku Listing dan Buku Permintaan Klient

Setelah kita berhasil menghimpun data – data dan kita masukkan dalam Buku Listing dan Buku Permintaan Klient maka mari kita mulai ”bermain puzzle”. Mari kita pelajari cara mainnya dan bisa kita lakukan berulang – ulang.

2.2.1. Kelola Buku Permintaan klient.

Dari data di Buku Permintaan Klient, kita ambil satu per satu permintaan para klient kita. Setelah itu coba kita cari di Buku Listing. Apakah ada yang sesuai dengan kriteria yang di cari. Jika sesuai, kontak dulu pemilik properti. Apakah property yang kita cari masih ada dan belum terjual. Apakah kondisi sama dengan data kita. Jika data sudah valid, kemudian kita dapat menghubungi klient kita yang sedang mencari property tersebut. Sampaikan data yang ada kecuali nama, nomer telepon pemilik dan alamat lengkap. Ingat, Nama, nomer telepon pemilik dan alamat lengkap tidak kita sampaikan agar kita tetap terlibat dalam proses ini. Jika calon pembeli minat dapat kita antar ke lokasi. Jika tidak, jangan berputus asa. Coba kita kontak jaringan broker kita. Mari kita buka Buku Alamat, sebarkan info kepada jaringan kita apa yang sedang dicari klient kita. Jika ada respon, tawarkan kembali ke calon pembeli kita.

Tips: Ingat, focus kita jangan terlalu besar urus permintaan klient karena permintaan klient dapat berubah – ubah. Tetap catat permintaan klient tetapi fokus kita tetap harus lebih besar di data listing dengan perbanyak listing kita.

2.2.2. Kelola Buku Listing.

Menurut survei yang saya lakukan sendiri selama 2 tahun belakangan, jika data listing kita di atas 1000 property, seharusnya kita bisa transaksi hampir tiap hari sekali. Menarik sekali, bukan. Suatu hal yang patut kita capai. Untuk itu mari kita lanjutkan.

Jika kita belum berhasil mendapatkan permintaan klient kita dari data listing dan jaringan broker property maka kita bisa menggunakan ”jurus sambil menyelam minum air” sebagai berikut. Kita cari dari media – media yang ada seperti data dari iklan koran dan data dari internet. Sambil mengasah kecakapan kita mencari property melalui berbagai media, kita juga bisa menambah data base listing kita andaikata property yang kita dapat tetap tidak sesuai dengan permintaan klient kita. Sekali lagi, fokus di data listing. Karena target kita adalah 1000 property. Tidak ada yang mudah. Jika berhasil mendapatkan permintaan klient kita dan terjadi transaksi itu adalah bonus.

2.2.3. Perlakuan Special untuk Eksklusif Listing

Dengan semakin banyaknya properti yang kita himpun, mari kita belajar untuk lebih dalam lagi mempelajari cara – cara memasarkan property yang lebih profesional. Untuk itu kita perlu klient – klient yang mau mempercayakan pemasaran propertynya pada kita secara eksklusif. Apa bedanya dengan pemasaran properti biasa? Dalam pemasaran property secara eksklusif kita ada kontrak kerjasama dalam memasarkan property yang di maksud dalam suatu periode tertentu. Biasanya dalam waktu 3 bulan. Jadi dalam jangka waktu 3 bulan itu, property yang di maksud terjual maka kita secara otomatis dapat komisi. Oleh karena itu, dalam memasarkan property jenis ini kita berani mengeluarkan dana pemasaran yang lebih besar dan dapat menggali lebih dalam lagi kreatifitas kita dalam menemukan pembeli yang tepat. Mari kita bahas pemasaran Eksklusif listing khusus dalam bab berikut.