Call Now: : 0852 8533 5977 (Call) 08999 021 345 (WA)

Connect with us:

Blog Post

Moderland akan kembangkan kawasan industri di Cikande


Modernland akan Kembangkan Kawasan Industri di Cikande

Moderland akan kembangkan kawasan industri di Cikande

Moderland akan kembangkan kawasan industri di Cikande

JAKARTA – Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN), melalui anak usaha PT Prisma Inti Semesta, berencana mengembangkan kawasan industri Cikande, Serang, Banten, tahun ini. Perseroan akan membangun hotel dan pabrik sewa di kawasan Cikande dengan target operasional tahun depan.

Cuncun M Wijaya, Investor Relation Manager PT Modernland Realty, mengatakan perseroan melakukan pengembangan kawasan industri di Cikande, sebab perseroan menargetkan untuk menaikkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) dari 5% menjadi 10% pada tahun ini.
“Tahun ini perseroan akan membangun pabrik sewa dan hotel dengan kelas di atas bujet hotel di kawasan industri Cikande. Dana pembangunan dari kas internal, sementara dana akuisisi lahan dari penerbitan obligasi yang Rp 400 miliar,” kata Cuncun, usai rapat umum pemegang saham dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan, Senin.

Proyek pabrik sewa menyasar segala sektor industri, sedangkan hotel menyasar tenaga kerja asing atau ekspatriat. Cuncun belum menyebutkan luas lahan yang diakuisisi untuk dua proyek tersebut, serta estimasi dana pembangunan dua proyek tersebut.
Pada tahun lalu, perseroan lebih banyak mendapatkan pendapatan usaha dari penjualan lahan industri di Cikande dibanding recurring income. Perseroan menargetkan penjualan 100 hektare lahan industri setiap tahun.

Per Maret 2013 perseroan mencatat penjualan lahan industri 15 hektare. Dengan demikian, perseroan mengestimasi dapat menjual 50 hektare di semester I. Sementara total land bank perseroan di Cikande sebesar 420 hektare per Maret, dari lahan terlisensi 2.050 hektare. Harga jual lahannya Rp 1,2 juta per meter persegi hingga Maret 2013.

Kawasan industri Cikande saat ini mempunyai 176 penyewa (tenant), 78 penyewa lokal. Bebe-rapa penyewa besar kawasan ini adalah Cargill, Charoen Phokpand, Malindo Feedmill, dan supply chain Krakatau Steel.
Pada semester I tahun ini, terdapat perluasan lahan dari tenant existing. Serta beberapa tenant baru seperti perusahaan billing material dan alumunium. Soal rencana Foxconn Technology Co asal Taiwan membeli lahan di kawasan industri Cikande, Cuncun mengatakan bahwa perseroan dan Foxconn belum mengadakan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) terkait pembangunan pabrik.

Foxconn disebutkan tertarik dengan Cikande sebab dekat dengan international airport dibanding dengan pelabuhan. Selain itu, sarana infrastruktur di Cikande juga memadai.
Menurut Cuncun, lahan di Cikande tetap prospektif baik Foxconn jadi membeli lahan maupun tidak. Perseroan mengklaim mendapat margin kawasan industri hingga 65%. “Kawasan industri tetap prospektif sebab
margin bagus, properti sedang bagus ditunjang foreign direct investment, suku bunga dan inflasi yang mendukung.” Kawasan Industri

Permintaan lahan kawasan industri di Indonesia besar. Beberapa waktu lalu China berencana membangun kawasan industri di luar Jawa, yakni Pulau Kalimantan dan Sulawesi.
MS Hidayat, Menteri Perindustrian, sebelumnya mengatakan pertengahan tahun ini pemerintah China dan Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman untuk pembentukan kawasan industri di luar Pulau Jawa. Selain itu, pada Juni ini pemerintah juga akan meresmikan zona kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Indonesia (China-Indonesia Economic and Trade Cooperation Zone-CIETCZ) di kawasan industri di Delta Mas, Cikarang, Bekasi.

Zona kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Indonesia di Cikarang, Bekasi, tersebut seluas 500 hektare. Dari luas itu, seldtar 120 hektare yang akan dibangun sebagai kawasan industri.
Perusahaan riset properti Colliers International Indonesia memperkirakan penjualan lahan kawasan industri pada kuartal II tahun ini sebesar 26% atau sama dengan kuartal sebelumnya, dengan jumlah pasokan sekitar 200 hektare. Artinya, lahan industri yang benar-benar terjual hanya 26%, sedangkan sisanya, 74%, bersifat pre-committed sale, yakni lahan terjual tanpa dukungan infrastruktur kawasan.

Berdasarkan data Colliers Indonesia, pada periode Januari-Maret 2013 penjualan lahan kawasan industri terpusat di Karawang, Bekasi, Serang, Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Penjualan mayoritas berasal dari pengembang Karawang Jabar’ Industrial Estate sebanyak 145 hektare. Kemudian, Greenland International Industrial Center 30 hektare, Suryacipta 25 hektare, Delta Silicon 16 hektare, Karakatau Industrial Estate Cilegon 8 hektare, Jababeka 7 hektare, Modern Cikande 7 hektare, dan Millenium 5 hektare. Pada penutupan perdagangan Senin, harga saham Modernland turun 0,88% menjadi Rp 1.120.

===>>> Baca Juga Perkembangan Industri di Cikande

===>>> Kunjungi Rumah Bersubsidi di Cikande www.senopatiestatecikande.com